Jual crankset 48t plus bb bawaam trifold di lapak tiko y p

vychi.com.vn, SIDOARJO - Kasus yang menimpage authority Briptu Tiko Vernandi, anggota Satlantas Polres Pasuruan yang menghilangkan mobil rental Suzuki Swift Nopol W 1465 XH milik pasangan suami istri Aditya dan Ninik warga Sukodono Sidoarjo, menjadi bahan pembicaraan berbasợi pihak.

Bạn đang xem: Jual crankset 48t plus bb bawaam trifold di lapak tiko y p


Ahli hukum pidana, Dr Sunarno Edy Wibowo SH Mhum pada vychi.com.vn menyatakan tindakan oknum Briptu Tiko Vernandi sebasợi penadah bisa dipidana dan dijerat Pasal 480 KUHP.. Pangacara yang akrab di sapa Bowo ini menyarankan agar korban melaporkan mitra kerja (Nanang) dengan dugaan tindak pidamãng cầu penipuan dan penggelapan, sehingga pihak – pihak yang ikut serta atau terlibat dalam tindak kejahatan itu bisa diproses hukum sesuai perbuatannya.
Arzeti Bilbimãng cầu legislator cantik asal PKB ini berpendapat tindakan oknum Briptu Tiko Vernandi sudah masuk ranah hukum. Politikus yang dikabarkan masuk bursa calon Walikota Surabaya ini berharap pihak yang berwajib menindak lanjuti laporan korban tersebut.
Tidak hanya itu, Ruhut Sitompul salah satu anggota Komisi mê III Dquảng bá RI secara tegas bersuara, tidak adomain authority anggota Polri yang kebal hukum. Pria yang akrab disapa Poltak ini menambahkan, apabila yang bersangkutung (Briptu Tiko Vernandi, red) terbukti bersalah, wajib menjalani proses hukum. “Silahkan korban melapor di propam untuk etika dan disiplin dan melakukan langkah pelaporan pidamãng cầu. Saya yakin pasti akan diproses sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Xem thêm: Lời Bài Hát Em Của Ngày Hôm Qua ), Server Error


Sebelumnya, melalui Nanang, tanggal 12-14 Maret 2015, mobil pasangan suamày istri Aditya dan Ninik disewa Suzan Dhevana. Namun hingga batas akhir sewa, mobil tidak dikembalikan, malah digadaikan Rp 25 juta ke Anggota Polres Pasuruan Briptu Tiko Vernandi. Oleh Briptu Tiko Vernandi, mobil tersebut kemudian dihilangkan entah kemamãng cầu. Setelah ramai diberitakan, tanggal trăng tròn Maret năm ngoái pukul 08.43 WIB, Briptu Tiko Vernandi, mengakui kesalahannya lantaran mobil tersebut terakhir dikuasainya, berpindah tangan ke ilđam mê.
Kapolsek Taman Kompol Kusminto lớn yang menerima laporan tersebut saat ini fokus mengejar Suzan Dhevana sebasợi terlapor. "Sampai sekarang keberadaan Suzan belum diketahui, anggota saya telah melacak ke berbatua tempat yang diduga sebagai tempat tinggalnya namun hasilnya masih nihil. Untuk keterlibatan Oknum Briptu Tiko Vernandi sebatua penadah untuk sementara biar ditangani Propam Polda Jatyên ổn. Sebab kendaraan milik Adit yang sempat dikuasai oleh oknum tersebut ternyata sudah dioperkan ke orang lain lagi," akunya vychi.com.vn.
Sementara, Kasie Propam Polres Pasuruan Iptu Djoko Sutrisno mengatakan jajaran Polres Pasuruan masih mencari pelaku lain yakni Idmê mệt yang diakui Briptu Tiko Vernandi telah mengambil mobil Suzuki Swift Nopol W 1465 XH. Ia menjelaskan Briptu Tiko Vernandi mengakui telah membawa unit kendaraan kepunyaan pasangan suangươi istri Aditya dan Ninik, tetapi yang bersangkutan berdalih tidak tahu kavệ sinh mobil tersebut hasil dari kejahachảy.

Xem thêm: Pháp Nạn Phật Giáo 1963: Nguyên Nhân, Bản Chất Và Tiến Trình


"Tiko ketika diperiksa Propam Polres Pasuruan menjelaskan mobil itu diberikan Suzan (penyewa, red) sebagai jaminan hutang senilai Rp 25 juta. Sampai sekarang Tiko belum diperiksa Propam Poldomain authority Jatim. Apabila Tiko terbukti bersalah, tentu akan diberikan sangmê say sesuai aturan yang berlaku," ucap Iptu Djoko Sutrisno sembari menolak difoto sewaktu ditemui di ruang kerjanya.
Kabid Humas Polda Jatlặng, Kombes Pol Awi Setiyono juga mengaku, pihaknya (Polda Jatyên, red) segera memproses laporan tersebut seperti kasus lainnya dan tetap mengedepankan azas praduga tidak bersalah. "Kita akan periksa korban, terlapor, dan saksi-saksinya, kalau terbukti ada pelanggarannya kita tindak. Tinggal kita lihat masuk pelanggaran disiplin atau kode etik bahkan bisa pidamãng cầu,” ujarnya. (Yudha)

Chuyên mục: Tổng hợp